RISHA A. AZZAHRA N. ISHAK, MAHASISWA UNIVERSITAS YAPIS PAPUA DUTA MARITIM INDONESIA 2022

Papua sebagai perwakilan perdana dari Kota Jayapura di acara "HUT ASPEKSINDO KE-5 DAN PENGALUNGAN DUTA MARITIM INDONESIA 2022" Kamis 11 Agustus 2022, bertempat di Kementrian Kelautan dan Perikanan Jakarta Pusat dihadiri oleh Bupati seluruh Indonesia, dan Instansi Kelautan dan Perikanan Indonesia. Suatu kehormatan besar bagi saya, Duta Maritim Indonesia 2022, Delegasi perdana Papua Risha A. Azzahra N. Ishak, mahasiswi kebanggaan dari Universitas Yapis Papua bersama Direktur ASPEKSINDO Andi Fajar Asti, M.Pd., M.Sc mendapatkan kesempatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, untuk Audiensi membahas konstitusi RUU Kepulauan bersama Ketua DPD RI, Bpk. Ir. H.AA La Nyalla Mahmud Mattalitti @lanyalla, yang segera untuk disahkan demi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kepulauan maupun pesisir.
Papua! Torang Bisa! https://www.instagram.com/p/ChKExDHvLJP/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Dari 47 Duta lainnya, hanya 6 yg terpilih ngopi santai dengan Bapak DPD RI, saya Risha A. Azzahra N. Ishak delegasi dari Papua, ada juga La Ode Hamsyah (Sulawesi Utara), Raina (NTT), Rosa (Jawa Timur), Agnes (Lampung), Arbi (Maluku Utara), juga bersama Ketua ASPEKSINDO Dr. Andi Fajar Asti, M. Pd., M.Sc. Saat itu kita membahas mengenai isu maritim yg cukup meresahkan dan hingga saat ini belum disahkan RUU Kepulauan. Saya (Risha Ishak), membawa isu dari pedesaan yg belum terekspos dan pedesaan tersebut belum mendapatkan hak mereka sebagaimana mestinya, saya ambil contoh di Desa Yongsu Desoyo, Desa dekat pesisir, salah satu kampung di Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura, Papua, Indonesia di mana ada tim kampus Universitas Yapis Papua (Jati Diri Papua) yang melakukan survey ke sana, dan mereka bersaksi bahwa Desa tersebut kurang mendapatkan perhatian. Misalnya, aliran listrik, kemudian bahan bakar untuk mengangkut hasil tangkapan ikan ke kota.
Dengan adanya RUU Kepulauan yg ini yang harusnya segera untuk disahkan menjadi UU Maritim, maka masalah maupun ketimpangan masyarakat di Desa tersebut dapat teratasi. DPD RI sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong RUU Kepulauan ini sejak 7 tahun yg lalu, namun pihak DPR RI belum memberi jawaban akan kejelasan RUU Kepulauan ini. Bahkan juru bicara dari DPD RI sendiri sempat melontarkan bahwa "Seharusnya suara para Duta Maritim Indonesia Tahun 2022 ini disuarakan ke Kantor DPR RI langsung. DPD RI sudah berupaya dan menampung segala RUU, bukan hanya RUU Kepulauan saja, namun pihak DPR RI belum merespon secara langsung." Bapak La Nyalla (Ketua DPD RI) sempat menambahkan "DPR RI hanya mau menikmati saja", dan diikuti oleh tertawa kecil Ketua ASPEKSINDO dan 6 Duta yang terlibat